Dual Slide di Handphone Game N85 Bagian 1


Banyak yang beranggapan bahwa Nokia N85 akan menggantikan kejayaan N95. Sebuah handphone mulitmedia serba bisa, lengkap dengan desain yang mirip dan dukungan GPS Receiver internal. Bahkan kita mendapat sebuah bonus yakni fitur gaming terintegerasi yang disebut N-Gage System.

Harganya di pasar Indonesia cukup tinggi, hampir mencapai 7 juta. Padahal di negara lain perkiraannya hanya mencapai sedikit di bawah 6 juta. Cukup masuk akal memang, mengingat harga N95 pun masih di kisaran tersebut.

Desain
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, N85 dibuat dalam desain dual slider. Sama seperti pada handphone N95. Dimana bagian atas handphone dapat digerakkan ke atas untuk membuka jajaran keypad dan ke bawah untuk membuka tombol-tombol musik/game.

Ukurannya pun lebih cenderung sama dengan N95 ketimbang pendahulunya N82. Namun, ini tentu penuh dengan pertimbangan mengingat banyaknya fungsi yang dimiliki handphone ini.

Materialnya terdiri dari bahan plastik mengkilap. Sesuai dugaan, seluruh bagian handphone ini mudah kotor karena sidik jari. Sebuah hal yang kontras mengingat N85 diharapkan menjadi handphone gamming yang notabene selalu berhubungan dengan sentuhan yang ekstrim.

Tidak banyak keluhan pada keypad. Bahkan bagian tombol musik telah mengalami perbaikan karena telah menyertakan dua tombol game. Secara pintar perbedaan fungsi akan diatur dengan sendirinya seusai dengan fitur yang saat itu tengah kita nikmati.

Seperti biasa, N85 memunculkan kembali tombol menu multimedia yang akan membuka fungsi multimedia dalam satu paket. Tampilannya memang disiapkan untuk terintegerasi dengan Navi Wheel, dimana tiap sub menu tampak berputar di satu poros yang sama.

Interface
N85 tidak diperkuat oleh layar TFT sebagaimana produk handphone baru lain. Sebagai gantinya handphone ini dilengkapi dengan layar berjenis OLED dengan kedalaman warna 16.7 juta alias 24 bit. Tanpa diduga mampu tampil lebih baik dari TFT. Warna yang ditampilkan begitu tajam baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan saat terkena sinar matahari langsung.

sementara itu, layaknya seri N Nokia lain, handphone ini dipersenjatai dengan sebuah sistem operasi Symbian S60 versi 9.3 3rd Edition. Artinya, segala macam tampilan stand by hingga masuk ke dalam menu merupakan tampilan tradisional Nokia S60. Dan seperti kebanyakan produk ber-OS S60, handphone ini pun kadang mengalami keterlambatan respon saat mengeksekusi aplikasi.

Handphone ini pun membawa teknologi akselerometer untuk melakukan auto rotasi pada layar. Kinerjanya sudah dibatasi ke arah-arah tertentu saja, sehingga tidak akan mengganggu kinerja handphone secara keseluruhan.

Ditulis dalam Ponsel. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: