Second Life Sebagai Media Penjaja Seks Virtual


Dunia Internet memberikan banyak akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Namun sayangnya di Internet terdapat hal-hal negatif. Contohnya melakukan bisnis prostitusi melalui dunia maya.

Pada dunia virtual Second Life yang punya sekitar 16 juta anggota misalnya, dibanjiri penjaja seks virtual yang hilir mudik menjajakan diri.

Memang di Second Life, para karakter yang disebut avatar dimungkinkan berhubungan intim. Dan dengan harga relatif murah, para pengakses Second Life bisa membeli layanan seks dari para pelacur yang berkeliaran di sana. Salah satunya seorang gadis Italia bernama Palela Anderson.

Palela rupanya tidak berani melacurkan diri di dunia nyata. Untuk itu, dia membuat karakter pelacur di Second Life yang mewakili dirinya. Di Second Life, ia mengaku dapat menjajakan diri dalam dunia cyber yang relatif aman.

Seperti di dunia nyata, Palela pun minta bayaran pada kliennya. Untuk sekali ‘permainan’ di dunia virtual itu, dia menerapkan tarif 2000 sampai 3000 Linden Dollar (mata uang di Second Life). Jika dikonversi ke dunia nyata, jumlah itu etara dengan US$ 9 sampai US$ 13. Palela pun menangguk untung karena dia menjajakan seks secara rutin.

Karakter virtual yang diciptakannya pun dibuat semirip mungkin dengan dirinya. “Aku ingin meminimalisir perbedaan antara diriku di dunia nyata dengan yang ada di Second Life. Avatarku terlihat seperti diriku karena akulah yang melakukan pekerjaan itu,” kata Palela.

Palela menambahkan di dunia maya dia lebih banyak mendapatkan “pelanggan” yang otomatis juga memberikan banyak penghasilan kepadanya.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: