Teknologi Selular Untuk Pemerikasaan Medis


WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) melaporkan, ¾ dari populasi dunia tidak memiliki akses untuk gambar medis. Di Negara yang sedang berkembang 50 persen peralatan medis yang tersedia tidak digunakan karena terlalu canggih atau tidak terawat karena petugas medis tidak dilatih untuk menggunakannya dengan benar.

Untuk itu, sebuah studi pengembangan sistem baru dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan kemungkinan konsep gambar medis dengan bantuan teknologi selular. Ya, tepatnya melibatkan handphone dan proses-proses teknik yang dapat memberikan solusi terkait gambar medis di area terpencil.

Sistem ini akan menggantikan perangkat gambar medis konvensional menjadi sitem gambar medis terbaru yang dibuat dari dua komponen terpisah dan terhubung melalui teknologi selular. Unit tersebut pertama DAD (perangkat akuisisi data) dimiliki oleh pasien, atau petugas yang mengalami keterbatasan perangkat.

Dan kedua adalah sebuah peralatan canggih yang terhubung dengan unit multiserver pengontrol di pusat. Teknologi selular membantu menghantarkan gambar data mentah dari pasien untuk diproses di multiserver pengontorl pusat. Konsep ini didemontrasikan menggunakan frekuensi multiplexing electrical impedance tomography system yang telah dikembangkan untuk keperluan gambar medis.

Dalam simulasi dicoba melalui telepon selular dikirimkan gambar tersebut diperkecil sesuai dengan gambar secara medis. Sistem konvensional gambar medis berisi unit yang menggabungkan perangkat keras akuisisi data (DAD) dengan perangkat lunak dan layar penampil diperangkat lainnya. Ini menyebabkan biaya menjadi mahal. Kebanyakan perangkat medis terdiri dari tiga komponen yaitu perangkat keras akuisisi data, perangkat penampil gambar dan perangkat keras yang melakukan pemrosesan gambar.

Pengujian memastikan telepon selular standar dapat digunakan dalam dua phase untuk memproduksi gambar yaitu menghubungkan koleksi data dari perangkat dan gambar rekonstruksi dari hasil analisa. Telepon selular mengirimkan gambar, selanjutnya rekonstruksi gambar hasil analisa dikirimkan kembali ke handphone menggunakan pesan multimedia (MMS) dan ditampilkan di layar handphone tersebut.

Hasilnya, tes ini membuktikan bahwa pertama, perangkat DAD dapat dipisahkan atau digabungkan dari proses rekonstruksi, kedua bahwa handphone dapat menjadi media efektif untuk menghubungkan keduanya.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: