Perdebatan Handphone dan Kesehatan Terus Terjadi

Tahukah Anda jumlah pengguna handphone di Indonesia? Menurut Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) jumlah pengguna handphone di Indonesia pada tahun 2008 lalu mencapai 75,6 juta pelanggan atau naik 20% dari pengguna tahun lalu 63 juta. Melihat begitu antusias orang-orang menggunakan handphone sebagai media komunikasi, namun tahukah Anda adanya perdebatan sengit antara penggunaan handphone dengan kesehatan?

Peneliti dari Martin-Luther-University di Jerman, mengatakan bahwa handphone tidak memiliki kaitan dengan gejala kanker. Hasil penelitian tersebut memperpanjang perdebatan di antara para ilmuwan mengenai dampak negatif pengguna handphone terhadap kesehatan manusia.

Pada sepuluh tahun silam, para ilmuwan Jerman ini sudah melakukan penelitian mengenai dampak negatif handphone terhadap kesehatan. Pada saat itu, mereka menyimpulkan, penggunaan handphone dalam jangka panjang bisa memicu kanker mata melanoma.

Penelitian lain bahkan menduga radiasi handphone bisa memicu kanker otak. Namun begitu, belum ada penelitian yang menemukan kaitan langsung antara penggunaan handphone dan pertumbuhan kanker. Sebagian ilmuwan berpendapat, diperlukan waktu lebih panjang untuk mengungkap dampak handphone terhadap kesehatan.

Saat kontroversi tersebut terus bergulir, perusahaan farmasi Belgia Omega Pharma menawarkan chip yang diklaim mampu menjaga kesehatan pengguna handphone karena chiptersebut mampu menetralkan radiasi handphone.

“Chip ini juga menghindarkan pengguna handphone dari risiko panas dalam yang dapat dipicu sinyal-sinyal elektromagnetik handphone,” ujar Chief Executive Officer Omega Pharma Marc Coucke.

Chip tersebut bernama E-waves. Harganya sekitar USD50 per keping. Omega mengaku mampu memproduksi 30.000 keping chip per hari. Namun Omega bertekad meningkatkan kapasitas produksi chip tersebut karena yakin chip itu akan diminati di pasar global.

“Saya belum bisa mengungkap perkiraan permintaan pasar. Namun, jika pasar membutuhkan 10 juta keping chip, kami akan mampu memenuhinya,” tandas Coucke.

Coucke menjelaskan, Omega mengembangkan chip Ewaves karena saat ini muncul semakin banyak bukti yang mengungkap bahwa handphone berisiko besar mengganggu kesehatan manusia. Coucke menegaskan, pada suatu saat nanti dunia akan mengakui bahwa handphone membahayakan kesehatan manusia, seperti dunia saat ini mengakui ancaman kesehatan yang ditimbulkan rokok.

Penelitian ilmuwan UCLA School of Public Health, AS, bahkan menduga, penggunaan handphone oleh ibu hamil berisiko memicu masalah perilaku pada anak yang dilahirkan. Ibu hamil yang kerap menggunakan handphone dinilai melahirkan anak-anak yang hiperaktif, emosional, dan bahkan sukar bergaul.

Penelitian ini dipimpin Dr Leeka Kheifets. Tim itu melakukan penelitian terhadap 13.159 anak. Para ibu dari anak-anak tersebut sudah diteliti sejak kandungan mereka berusia muda.

Ketika anak-anak tersebut mencapai usia tujuh tahun, maka para ibu itu diminta menjawab kuisioner tentang perilaku dan kesehatan anak mereka.

“Janin memang terkena medan frekuensi radio sangat kecil dari handphone yang digunakan ibu ketika janin itu masih berada dalam kandungan. Namun, anak-anak yang menggunakan handphone terkena energi frekuensi radio lebih besar daripada orang dewasa karena telinga dan otak anak-anak lebih kecil daripada telinga dan otak orang dewasa,” sebut Kheifets.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: