Huawei Akan Memenjarakan Pelaku Unlocking

Huawei merupakan salah satu produsen handphone yang paling sering digunakan oleh operator selular di Indonesia dalam kerjasama menyediakan handphone bundling. Baru-baru ini pihak Huawei geram mengingat handphone bundling kerjasamanya dengan Esia milik operator Bakrie Telecom telah menjadi korban unlocking.

Alhasil, lewat kuasa hukumnya, produsen handphone asal China ini melaporkan kasus unlocking yang dideritanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Supriyadi, konsultan hukum Huawei dari Kantor Hukum Supriyadi Devianty & Rekan, menuturkan, kliennya telah mengambil upaya hukum pidana terhadap pelaku unlock dan pengedar barang yang melanggar hak cipta tersebut.

Meski tak mau menyebutkan pelaku pelanggar hak cipta tersebut, ia menegaskan, pelaku telah dijatuhkan hukuman yang cukup berat. “Dengan adanya praktik unlocking, jelas menimbulkan kerugian bagi klien kami,” ujarnya lewat surat elektronik.

Disebutkan, dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 814/Pid.B/2008/PN.JKT.PST, terdakwa dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena melakukan tindak pidana hak cipta. Dan oleh karenanya, terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun enam bulan, serta hukuman membayar denda sebanyak Rp 1,5 juta.

Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 210/PID/2008/PT.DKI pada 21 Agustus 2008. “Putusan tersebut telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” tegas Supriyadi.

Unlock handphone mungkin bisa didefinisikan sebagai praktik rekayasa software ataupun firmware suatu handphone agar bisa digunakan untuk layanan operator lain, meski sejatinya handphone tersebut sudah dikunci untuk digunakan oleh layanan operator tertentu.

Huawei mengklaim telah menemukan kasus unlocking ini sejak beberapa waktu lalu. Meski demikian, langkah persuasif untuk pencegahan yang dilakukan vendor handphone ini jua tak berhasil mencegah praktik unlock tersebut.

“Klien kami melihat maraknya praktik unlocking terhadap produk handphone Huawei di sentra-sentra penjualan handphone di Indonesia. Ini merupakan tindakan pelanggaran hak cipta,” keluh Supriyadi.

Kasus unlocking yang diderita Huawei dan Bakrie Telecom, bukan kali ini saja terjadi di Indonesia. Mobile-8 Telecom, selaku operator pertama yang menawarkan program bundling handphone murah, sekitar lima tahun lalu, juga mengalami hal serupa.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: