Dinilai Buruk Yahoo Rombak Struktur Organisasi

Carol Bartz, CEO (Chief Executive Officer) Yahoo Inc, Kamis (26/02) kemarin menyatakan akan membuat rencana reorganisasi desain untuk pembongkaran yang dia sebut sebagai “Silos”, yang dianggap buruk oleh Bartz dan telah memperlambat kemajuan perusahaan Internet tersebut. Pergerakan ini muncul setelah Chief Financial Officer (CFO) Yahoo, Blake Jorgensen mengundurkan diri dari Yahoo, yang telah memberikan saran Wall Street mengenai strateginya untuk menolak tawaran Microsoft Corp. tahun lalu.

Dalam emailnya, Bartz mengulas mengenai restrukturisasi atau rolling manajemen Yahoo, dengan adanya kombinasi CTO (Chief Technology Officer) Yahoo, Ari Balogh. Bartz menambahkan, bahwa Yahoo akan membagi dunia dalam dua bagian, Amerika Utara yang dipimpin Hilary Schneider dari Amerika, dan Internasional, yang hingga sekarang belum ada kandidat pemimpinnya. Namun, perubahan tersebut sebelumnya akan didiskusikan antara Bartz dan seluruh kepala divisi Yahoo.

Tidak seperti struktur matrix manajemen Yahoo sebelumnya, yang mendapat banyak kritikan, namun sekarang organisasi berada dalam power dan control sepenuhnya di tangan Bartz. Hal yang menjadi tekanan dalam benak investor Yahoo adalah nasib bisnis search engine Yahoo dan jarak yang semakin jauh dengan Google Inc. Maklum saja, hal ini karena Yahoo pernah mencoba untuk menjalin partnership dengan oogle tahun lalu sebagai alternative setelah gagal dengan Microsoft, walaupun akhirnya dengan Google pun, Yahoo juga mengalami kendala.

Rencana lainnya adalah Bartz akan mencari CFO yang tangguh, dan ia telah mencatat Marco Boerries, seorang kepala grup Connected Life. Bartz juga akan mengangkat David Ko sebagai pimpinan bagian bisnis dan iklan untuk mobile di Yahoo, sementara Elisa Steele, yang sebelumnya bekerja di NetApp Inc, akan menjadi CMO (Chief Marketing Officer). Bartz juga membentuk grup advokasi customer untuk pelayanan customer yang lebih baik.

“Setelah mendapatkan banyaknya telepon keluhan dari customer yang frustrasi dari kantor saya, saya sadar harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan mendengarkan dan selalu support mereka.” ungkap Bartz.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: