Peluncuran Satelit Telkom-3 Awal Agustus 2011

Telkomsel bekerjasama dengan Rusia dalam hal pengadaan satelit (ISS Reshetnev), hal ini dipastikan oleh Rinaldi Firmansyah yang menjabat sebagai Direktur Utama Telkom. Rencananya satelit Telkom-3 ini akan diluncurkan pada Agustus 2011 dengan kapasitas 42 transponder aktif.

Kontrak yang ditandangani meliputi pembuatan Satelit Telkom-3, jasa peluncuran, penyediaan perangkat pengendali satelit, serta training dan internship.

Total proyek Satelit Telkom-3 yang berkisar US$ 200 juta ini akan dibuat oleh ISS-Reshetnev dengan perangkat komunikasi dibuat oleh Thales Aleniaspace dan akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze.

“Satelit Telkom-3 akan memperkuat jaringan dan kebutuhan saluran teresterial, dan juga untuk keperluan menghubungkan jaringan serat optik yang sudah dimiliki Telkom,” ujar Rinaldi.

Satelit Telkom-3 berkapasitas 42 transponder aktif yang setara dengan 49 transponder @36MHz, terdiri dari 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @ 36 MHz + 6 transponder @ 54 MHz Ku-Band.

Cakupan geografis Satelit Telkom-3 mencakup, Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).

Rinaldi menambahkan, dari 42 transponder Satelit Telkom-3 sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersialkan, sedangkan sisanya 55 persen untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.

Setelah melakukan investigasi tentang permintaan atas satelit komunikasi di Indonesia dan negara-negara tetangga lainnya, Telkom, demikian Rinaldi, meyakini bahwa permintaan akan transponder masih tumbuh.

“Pemanfaatan transponder di Indonesia saat ini lebih dari 160 transponder untuk GSM backhaul, jaringan data dan selanjutnya untuk penyiaran. Sementara pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom, Indosat, Cakrawala, dan PSN hanya 101 transponder,” ujarnya.

Permintaan saat ini masih tumbuh untuk keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple. M

Meskipun ini merupakan yang pertama Indonesia membeli satelit dari Rusia, tetapi Rinaldi yakin ISS akan mampu menyelesaikan pengadaan Satelit Telkom-3 sesuai jadwal. Sebelumnya Telkom telah mengoperasikan Satelit Telkom-2 pada 12 November 2005, yang diluncurkan oleh roket Ariane-5 milik perusahaan ArianeSpace di Kouroue, Guyana, Perancis.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: