Tahun 2010 Pemerintah Kaji Harga Frekuensi 3G

Tahun 2009 harga frekuensi masih dipatok dengan harga Rp 160 miliar, untuk kedepannya harga berfluktuatif mengikuti perkembangan harga pasar. Hal ini ditandaskan oleh Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar.

Operator telekomunikasi Telkomsel yang berhak mendapatkan tambahan frekuensi 5MHz karena hanya operator besar tersebut yang bersedia membayar harga Rp 160 miliar.

“Kami baru akan melakukan pengkajian ulang mengenai harga frekuensi tersebut tahun depan. Kemungkinan bisa turun bisa juga naik. Itu kan sesuai mekanisme pasar,” kata Basuki.

Penetapan harga frekuensi, lanjut Basuki, sebaiknya memperhatikan dua hal, yakni tidak merugikan negara dan tidak memberatkan operator untuk menyediakan layanan internet yang murah.

Tidak turunnya harga frekuensi ini membuat empat operator 3G terpaksa harus menunda penambahan frekuensinya. Sebelumnya, selain Telkomsel empat operator lain yang juga telah mengajukan penawaran penambahan frekuensi. Namun, harga proposal yang ditawarkan Indosat, Excelcomindo Pratama (XL), Hutchison CP Telecom, maupun Natrindo Telepon Seluler, masih jauh dari kesepakatan.

Indosat dikabarkan melakukan penawaran sebesar Rp30 miliar, Excelcomindo mengajukan tawaran Rp40miliar, Natrindo Telepon seluler Rp20 miliar, dan Hutchison CP sebesar Rp12 miliar.

Menurut Basuki, pemerintah tidak bermaksud bersikap diskriminatif dalam menentukan penambahan frekuensi 3G.

“Harga Rp160miliar itu kan kesepakatan operator, saat tender beberapa tahun lalu,” tandas Basuki.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: