Lampu Neon Hemat Energi dan Tahan Hingga 10 Tahun

Siapa yang tak mau yang memiliki lampu neon yang hemat energi dan tahan lama. Teknologi yang ada sekarang ini memungkinan membuat lampu neon yang hemat listrik dan tahan hingga 10 tahun. Meskipun tak seirit lampu hemat energi (LHE) yang sudah ada,tetapi dapat menghemat listrik sampai dengan 35 persen.

Untuk daerah perkotaan, konsumen sudah banyak yang beralih ke lampu hemat energi. LHE selain hemat, secara estetika juga lebih cocok dengan bangunan modern. Namun berdasarkan riset, daerah pinggiran perkotaan masih banyak yang menggunakan neon. Hal itu disebabkan neon dari segi penerangan dinilai jauh lebih baik.

Consumer Marketing Communication Manager Philips Indonesia Heru Gunadi mengungkapkan meskipun banyak beredar lampu LHE, pasar lampu neon tetap sangat besar. Saat ini neon menguasai 60% pasar lampu.

“Berdasarkan riset kami, lampu neon masih banyak digunakan di daerah pinggiran. Untuk itu Philips memasarkan lampu neon, tapi dengan teknologi hemat energi,” katanya.

Untuk pemasaran neon hemat energi, Philips mengenalkan produknya itu di daerah terlebih dulu. Belakangan Philips mengenalkan lampu LHE di ibukota. “Itu menyangkut strategi marketing, seperti strategi tapal kuda,” jelas Heru, di Jakarta, kemarin.

Tapi penghematan lampu neon, tidak sebesar LHE yang mencapai 80%. Jika dibandingkan dengan lampu konvensional, LHE hanya membutuhkan daya listrik seperlimanya. Sementara untuk neon, penghematan hanya 20%. Tapi jika menggunakan ballast khusus, penghematan bisa mencapai 30-35%.

Neon hemat energi itu masih diimpor dari Thailand. Heru mengungkapkan pabrik Philips di seluruh dunia memiliki tugas masing-masing. Tapi neon hemat energi bisa diproduksi di dalam negeri. “Mungkin saja akan diproduksi di Indonesia, karena pabrik Philips di Surabaya sangat cocok untuk memproduksi lampu seperti itu,” katanya.

Hanya saja, harga lampu neon hemat energi lebih mahal dibandingkan model konvensional. Lampu konvensional dijual di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu untuk 18 watt hingga 36 watt. Sedangkan lampu neon hemat energi lebih mahal 15-25%.

Heru mengungkapkan berdasarkan riset Philips, neon hemat energi mampu bertahan hingga 15.000 jam. Kalau dihitung untuk penggunaan sehari-hari jika lampu dihidupkan dari magrib hingga subuh, neon hemat energi mampu bertahan hingga 10 tahun.

Tapi keawetan lampu hemat energi tergantung kondisi listrik. “Kita semua tahu listrik Indonesia naik turun. Itu juga yang menyebabkan daya tahan lampu menjadi berkurang,” tandasnya.

Heru mengatakan bahwa Philips tidak akan menghentikan produksi lampu neon konvensional. Menurutnya lampu neon hemat energi memiliki pangsa pasar yang lebih atas.

Ditulis dalam Teknologi. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: