Tips Melindungi Perusahaan dari Kejahatan Cyber

Setiap perusahaan dalam melakukan aktivitasnya memerlukan produk teknologi salah satunya adalah komputer. Dengan kehadiran teknologi diperusahan banyak ganguan keamanan yang terjadi. Hal ini seperti yang diungkapkan oeleh penelitian yang dilakukan oleh Verizon Communications yang dikeluarkan. Ini menunjukkan bahwa sepertiga dari kasus gangguan keamanan, terjadi di perusahaan dengan kurang dari 100 karyawan, yaitu perusahaan yang sedang berkembang.

Dengan bentuk-bentuk ancaman yang terus berkembang, para pelaku usaha kecil dapat mengambil langkah-langkah dasar berikut untuk mengurangi resiko ancaman cyber.

Dan Cisco, melalui Pudja Unggul Kartiman, Direktur SMB Cisco Indonesia memberikan tips agar terhindar dari kejahatan cyber tersebut.

Langkah 1: Perlakukan Keamanan Bisnis Anda, Seperti Layaknya Bisnis

Dalam hal pemilihan perangkat keras, pengguna harus melangkah lebih maju jika perusahaan memiliki informasi yang harus dilindungi. Secara keseluruhan, fitur keamanan yang dirancang untuk pengguna rumahan, tidak dapat menyamai atau bahkan mendekati fitur keamanan yang dimiliki oleh perangkat keras yang diperuntukkan bagi perusahaan paling kecil sekali pun. Bahkan perangkat keras untuk kelas bisnis yang tidak menerapkan keamanan sebagai fungsi utamanya, misalnya sebuah router, sudah dapat menyediakan berlapis perlindungan untuk mengamankan jaringan.

Langkah 2: Lindungi Perimeter Lingkungan Kerja

Fungsi dari firewall adalah untuk menjaga gerbang antara jaringan perusahaan dengan dunia luar. Karena itu, perlindungan firewall jelas merupakan keharusan. Sayangnya sekarang ini banyak perusahaan kecil yang tidak terlalu memperhatikan perimeter minimum pada lingkungan kerja yang harus dilindungi dari ancaman cyber.

Firewall juga dapat berfungsi sebagai penjaga daftar pengunjung, dengan hanya membolehkan data dari domain yang bersih untuk memasuki jaringan kantor. Fitur ini akan sangat berguna untuk melindungi jaringan dari serangan malware yang berasal situs berbahaya dan masuknya email yang seakan-akan berasal dari sumber yang diijinkan.

Langkah 3: Tetap Update

Mereka yang menciptakan malware adalah orang-orang pintar. Setiap teknologi keamanan baru muncul dan dapat menghalangi usaha mereka, selanjutnya mereka akan mengubah taktik sampai merasa berhasil.
Sebagai contoh yang mudah, mari kita lihat perkembangan spam.

Pada intinya, jika perangkat keamanan yang perusahaan pakai telah mengeluarkan versi terbaru, maka perusahaan harus mengevaluasinya terlebih dahulu dan idealnya kemudian mengaplikasikannya. Dengan begini, maka perusahaan secara berkelanjutan memperbarui sistem keamanannya.

Langkah 4: Teliti

Ancaman berbahaya seperti Botnets yang menguasai komputer dan kemudian tanpa sepengetahuan penggunanya mengirimkan spam, seringkali sulit dilacak dan tidak banyak meninggalkan jejak. Botnets terbaik bekerja tanpa sepengetahuan pengguna, karena tandanya hanyalah kecepatan prosesor berjalan sedikit lebih lambat.

Menanggapi ancaman seperti ini, perusahaan harus lebih sering memonitor log, yang biasanya perusahaan kecil tidak menjalankannya. Perhatikan lalu-lintas jaringan yang terjadi. Awasi lalu-lintas jaringan yang melintas ke alamat IP di mana dalam kondisi normal tidak terjadi, misalnya lokasi negara yang tidak pernah berhubungan secara bisnis.

Untuk menanggulangi ancaman seperti Botnets, vendor penyedia sistem keamanan menyediakan update dan patch untuk diaplikasikan di perusahaan. Tetapi kembali, perusahaan tetap harus teliti memeriksa lalu-lintas jaringannya.

Langkah 5: Lindungi Diri dari Karyawan Sendiri

Ancaman tidak hanya berasa dari luar, tapi juga bisa bersumber dari karyawan perusahaan sendiri. Ancaman yang bersumber dari karyawan sendiri isa saja karena karyawan tersebut memiliki pengetahuan minimum mengenai keamanan sehingga secara tidak sengaja membahayakan jaringan kantor.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan akses terbatas untuk masing-masing karyawan di dalam jaringan perusahaan sesuai wewenang dan lingkup kerjanya. Dengan cara demikian resiko akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: